Metode Paling Populer untuk MCDM
SAW adalah metode MADM yang paling banyak digunakan karena kesederhanaannya. Cara kerjanya: normalisasi nilai setiap alternatif, kalikan dengan bobot kriterianya, lalu jumlahkan untuk mendapat skor akhir.
Konsep Dasar
SAW bekerja dengan menjumlahkan nilai terbobot dari setiap kriteria untuk setiap alternatif. Sebelum dijumlah, nilai dinormalisasi terlebih dahulu agar dapat dibandingkan secara fair meskipun satuan berbeda.
Normalisasi pada SAW membedakan antara kriteria benefit (semakin besar nilainya semakin baik) dan kriteria cost (semakin kecil nilainya semakin baik).
Rumus & Formula
1. Normalisasi Matriks
Untuk kriteria Benefit (semakin besar = semakin baik):
Untuk kriteria Cost (semakin kecil = semakin baik):
2. Skor Akhir (Preferensi)
Langkah-Langkah SAW
Tentukan Alternatif & Kriteria
Identifikasi semua pilihan yang akan dibandingkan dan faktor-faktor penilaiannya. Tandai setiap kriteria sebagai Benefit atau Cost.
Beri Bobot Kepentingan
Tentukan tingkat kepentingan setiap kriteria. Bobot akan dinormalisasi sehingga totalnya = 1. Contoh: [5, 3, 2] → [0.5, 0.3, 0.2].
Buat Matriks Keputusan
Kumpulkan nilai asli setiap alternatif untuk setiap kriteria dalam bentuk tabel m × n (m alternatif, n kriteria).
Normalisasi Matriks
Konversi setiap nilai ke skala 0–1 menggunakan rumus benefit atau cost. Nilai 1 selalu berarti "nilai terbaik pada kriteria tersebut".
Hitung Skor Terbobot
Kalikan setiap nilai ternormalisasi dengan bobot kriterianya, lalu jumlahkan per alternatif untuk mendapat nilai preferensi Vi.
Ranking & Keputusan
Urutkan Vi dari tertinggi ke terendah. Alternatif dengan Vi tertinggi adalah rekomendasi terbaik.
Contoh Kasus: Pemilihan Laptop
Seorang manajer IT harus memilih laptop untuk 50 karyawan. Ada 4 kandidat dengan 4 kriteria penilaian.
Data Kriteria & Bobot
| Kriteria | Jenis | Bobot Input | Bobot Norm. |
|---|---|---|---|
| Harga (juta) | Cost ↓ | 5 | 0.357 |
| RAM (GB) | Benefit ↑ | 4 | 0.286 |
| Storage (GB) | Benefit ↑ | 3 | 0.214 |
| Garansi (th) | Benefit ↑ | 2 | 0.143 |
Matriks Keputusan (Nilai Asli)
| Alternatif | Harga | RAM | Storage | Garansi |
|---|---|---|---|---|
| Laptop A | 12 | 16 | 512 | 2 |
| Laptop B | 9 | 8 | 256 | 1 |
| Laptop C | 15 | 32 | 1000 | 3 |
| Laptop D | 11 | 16 | 512 | 2 |
Matriks Ternormalisasi (rij)
Perhitungan Skor Akhir (Vi)
| Alt. | Harga ×0.357 | RAM ×0.286 | Storage ×0.214 | Garansi ×0.143 | Vi | Rank |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Laptop A | 0.750×0.357=0.268 | 0.500×0.286=0.143 | 0.512×0.214=0.110 | 0.667×0.143=0.095 | 0.616 | 2 |
| Laptop B | 1.000×0.357=0.357 | 0.250×0.286=0.072 | 0.256×0.214=0.055 | 0.333×0.143=0.048 | 0.532 | 4 |
| Laptop C | 0.600×0.357=0.214 | 1.000×0.286=0.286 | 1.000×0.214=0.214 | 1.000×0.143=0.143 | 0.857 | 1 🏆 |
| Laptop D | 0.818×0.357=0.292 | 0.500×0.286=0.143 | 0.512×0.214=0.110 | 0.667×0.143=0.095 | 0.640 | 3 |
Kelebihan & Kekurangan
✓ Kelebihan
- Paling mudah dipahami & diimplementasikan
- Hasil mudah dijelaskan ke non-teknis
- Komputasi ringan, cocok untuk data besar
- Menangani benefit & cost sekaligus
✗ Kekurangan
- Toleran terhadap nilai buruk (penjumlahan mengimbangi)
- Normalisasi bisa menghasilkan skor yang tidak proporsional
- Tidak ada validasi konsistensi bobot
- Sensitif jika nilai ekstrem sangat berbeda jauh
Kalkulator SAW Interaktif
Masukkan data kasus Anda sendiri. Pilih jumlah kriteria dan alternatif, lalu isi nilainya.